Kenapa Harus Kartini???

Itulah satu tanda tanya besar yang ada di benakku ketika tanggal 21 April ditetapkan sebagai Hari Besar Nasional. Kenapa harus Kartini? Kenapa bukan Cut Nyak Dhien, Kristina Martha Tiahahu atau Cut Meutia? Bukankah mereka lebih perkasa? Mereka bertempur dalam artian yang sebenarnya.

Kalau orang bilang Kartini membuat kedudukan perempuan setara, apakah mereka lupa kalau Cut Nyak Dhien merupakan seorang pimpinan perang (setelah Teuku Umar meninggal) yang sangat ditakuti oleh Belanda? Bahkan beliau sangat dihormati baik oleh kawan maupun lawan.

Kalau orang bilang Kartini memperjuangkan emansipasi wanita, eiittsss. . .cek dulu atuh, apa sih artinya emansipasi itu? Emansipasi yaitu  (1) pembebasan dr perbudakan; (2) persamaan hak dl berbagai aspek kehidupan masyarakat (spt persamaan hak kaum wanita dng kaum pria) (sumber : kamusbahasaindoesia.org).

Oke, kita udah dapat arti emansipasi. Sekarang kita lihat kenyataannya. Bukankah emansipasi sudah ada bahkan sejak zaman Nabi Muhammad saw. ? Kita lihat para sahabat bahkan sering menimba ilmu kepada Aisyah r.a., Umar pun menghargai pendapat kaum hawa ketika seorang sahabat mengeluh tentang mahar yang sangat mahal ketika harus menikah.

So, kenapa harus Kartini???

Advertisements

Tiada jejak tanpa komentarmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s