Enaknya Naik Kendaraan Umum

Huaaaa, lama gak nengok blog karena galau hihihihi 🙂 Padahal blog adalah sarana yang pas buat ngeluari unek-unek jiahahaha 😀

Hmm, mau berbagi sedikit cerita ketika saya sedang berada di kendaraan umum. Namanya naik kendaraan umum pastilah ada plus minusnya yee. Kalo diliat-liat sih mungkin banyak minusnya, tapi eh tapi do you know something? Ada banyak pelajaran tentang hidup yang bisa kita amati dan petik hikmahnya ketika kita memperhatikan orang-orang di sekeliling kita  yang juga naik kendaraan umum.

Ada satu pemandangan yang menyentuh hati manakala saya naik bus arah Madiun-Solo. Hari minggu adalah hari dimana semua orang cenderung untuk berangkat ke arah barat (nyari kitab suci #eh). Naik bus dalam keadaan kaya gini serasa ikan sarden yang dikemas di kaleng. Untungnya pihak bus cukup berbaik hati untuk menolak pengamen yang hendak masuk, kalo dimasukin juga dihujat kali ya ama penumpang hahaha 😀 Udah hawane panas banget, sumpek, ngadeg meneh (berdiri lagi), subhanallah banget dah!

Gak tau nyampe mana, bus brenti buat ngangkut penumpang lagi, ampuuunn! Penumpang yang naik serombongan keluarga kaya’e. Nha, yang kakek berdiri di depanku, neneknya juga berdiri di belakangku ama seorang cucu laki-laki umur 7tahun kali yak. Trus berdasarkan obrolan kakek dan nenek tersebut, bapak si anak tadi berdiri di deket pintu belakang ama kondektur getoo. Lha pemandangan yang menyentuh hati mana?? Sabar mas-mas dan mbak-mbak hehehe

Berhubung cuaca panas dan yabegitulah, tiba-tiba aja si adek tadi ngantuk dan nggloso (emmm, apa ya bahasa indonesianya?) gitu aja di dalem bis. Karena udah gak ada bangku yang kosong ya mau gimana lagi. Dan tiba-tiba *jeng jeng jeng* kakek tadi memanggil cucunya trus  kakek itu duduk jongkok biar cucunya bisa bobo bersanadar ke beliau *hiks hiks hiks*. Subhanallah banget sodara-sodara! *mbrambang* Demi cucunya bisa tidur dengan posisi agak nyaman, sang kakek rela jongkok di tengah himpitan penumpang dan tersenyum sambil ngelus-ngelus kepala cucunya *meweeekk* Ketika pandangan kami (saya dan kakek tersebut) beradu, kakek hanya tersenyum dan saya pun hampir nangis dibuatnya.

Kasih sayang orang tua emang tiada duanya. Seberapapun kita berusaha membalas, tidak akan pernah cukup untuk membayar semua keringat beliau-beliau untuk kita 🙂

Nb : tiba-tiba inget ibu bapak dan diriku yang belum lulus kuliah, maaf ya pak bu *meweek guling-guling*

Advertisements

Tiada jejak tanpa komentarmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s