Koran Koran…

media-massa

aneka koran (sumber dari sini)

Ulalalaaa… Tiba-tiba mak cling dapat ide menulis nih :).  Yup, tentang koran alias surat kabar. Siapa sih yang tidak kenal dengan benda yang satu ini? Koran telah dikenal sebagai pembawa berita yang cukup update, bisa untuk mencurahkan opini maupun uneg-uneg lewat surat pembaca, media untuk promosi, dan masih banyak fungsi lainnya. Meski sekarang keberadaan koran kertas mulai tergusur dengan berbagai media elektronik dan digital, ternyata koran kertas ini masih banyak peminatnya loh, seperti saya hehehe 😀

Entah mengapa, rasanya kalau membaca berita di media-media online sekarang tuh kurang nendang ulasannya. Beritanya sa’upil #eh dengan judul yang terlalu dibesar-besarkan. Ibaratnya tuh kita disodorin nasi rendang promo *iya, ini makanan kesukaan saya* kemudian ketika pesan, eh munculnya 1 porsi cuman 4-5 sendok doang, mana cukuuuuuuup!?!?!?  Nah, beda kalau misalnya kita baca berita yang sama di koran gitu, mantep euy sampai bersambung ke hal xx kolom yy hahahaha :D.

Terus yang saya suka lagi tuh kolom TTS, iya Teka-Teki Silang *silahkan tertawa*! Kan kalau kita rajin ngisi TTS meski gak dikirim termasuk olahraga otak biar otak kita terbiasa mengingat sejauh mana pengetahuan kita tanpa bertanya pada si Mbah Gugel. Jaman sekarang kan dikit-dikit tanya si Mbah, Foursquare, dan kawan-kawannya. Coba deh sekali-kali mengisi TTS tanpa bertanya, berapa persenkah yang terisi? Hahahaha 😆 *jangan sambit saya*

Hmmm, dan lagi kan kalau kita membeli koran berarti membuka rezeki bagi yang lain kan yak, kaya mamang-mamang loper koran gitu. Saya cenderung lebih respek dengan mamang atau adik loper koran daripada hanya mengemis, setidaknya mereka telah berusaha dulu biar dapat uang.

Memang sih, ada yang bilang kalau masih membaca koran kertas berarti tidak go green, kan kertas koran dibuat dari saripati pohon yak. Nah nah tapi apa kabar dengan dosen-dosen yang sukanya ngrevisi skripsi mahasiswa berkali-kali *eh, maap curcol*, trus mintanya cenderung pake kertas yang masih putih mulus gitu. Padahal kan kalau dilihat-lihat kualitas kertas koran tuh di bawah standar kertas buat revisi skripsi yang GSM 80gram *emaap curcol lagi hihihi*. Mungkin untuk perusahaan-perusahaan penerbitan bisa menggunakan kertas daur ulang untuk memproduksi korannya *iya, daur ulang produk 10 tahun yang lalu*.

Mungkin orang sekarang takut dibilang gak gaul atau ketinggalan jaman kalau masih membaca koran manual, tapi bagi saya, hal itu menjadi suatu kepuasan batin tersendiri :D. Apalagi kalau kita menemukan resep atau artikel menarik kemudian kita potong dijadikan kliping, lumayan nih hehehe :lol:.

Advertisements

2 thoughts on “Koran Koran…

  1. paling demen aq kolom ramalan bintang teh…biasanya ada di koran hari minggu..klo gak itu jadwal film tayang di citra 21…hahahaha….

Tiada jejak tanpa komentarmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s