[BeraniCerita #11] Kembalinya Cincin Ibu

“Kok bisa?” Nani tercengang melihat ibunya tersenyum sumringah sambil memamerkan sebuah cincin padanya. Nani tahu persis bahwa ibunya sangat menyayangi cincin itu. Tetapi cincin itu sudah hilang hampir dua puluh tahun yang lalu, ketika dia iseng bermain dan memamerkan cincin ibu kepada teman-temannya.

Dua puluh tahun yang lalu.

“Ibu ikhlas kalau memang cincin mahar itu hilang.”, suara ibu terdengar sendu kala mendapati Nani menghilangkan cincin yang puluhan tahun telah menemaninya saat bermain dengan teman-temannya. “Semoga mendapat ganti yang lebih baik”, ucap ibu bijak.

“Ibu dapat darimana cincin itu?”, Nani masih tidak habis pikir. “Nduk, apapun yang terjadi, cincin ini milik ibu dan selalu mencari ibu.”, ujar ibu sambil tersenyum. Tiba-tiba Nani teringat ketika dirinya dilamar oleh Bram, teman sekantornya. Waktu itu Bram memberikan kotak cincin yang belum dia sentuh sama sekali karena dia tidak merasa menyukainya.

“Mbah, kalau cincin ini tersemat di jarinya Nani, dia pasti cinta saya, kan?”, berkali-kali Bram meyakinkan dirinya sendiri dengan menghubungi Mbah Djoko, mbah dukun kesayangannya.”Iya, cincin itu ada isinya, dan sudah mbah perintahken untuk membujuk hatinya Nani biar mau sama kamu”,  Mbah Joko terkekeh melihat kekhawatiran Bram.

“Cincin ini ada isinya, nduk. Bapakmu bilang buat menjaga ibu seandainya ada apa-apa. Isinya uda dipanjer buat ibu, jadi mesti bakal nyari ibu”.

Keterangan :

Nduk : panggilan untuk anak perempuan

== word count : 212 ==

Advertisements

20 thoughts on “[BeraniCerita #11] Kembalinya Cincin Ibu

    1. itu efek inget sesuatu yang ber-“isi” #eh…
      saya abis tengok blognya mbak (semoga bener manggilnya hehehe), orang tembalang juga yah?hahaha 😀 tapi kok tidak ada about you nya? *halah

      1. iya orang Tembalang 😀
        ceritanya mau jadi sok misterius gitu….hahahaha *pdhal blm sempet bikin* hahah
        kayaknya lebih cocok adek deh (setelah kepo liat about you nya mbak ‘Nyonyah’ hihihi), ini temennya mbak sasmita, mb puspita, sama mb ina IT undip 2008 bkn?? 😀 hehehe

  1. “Jujur ya Nduk. Siapa temenmu itu? Bram ya? cakep juga ya, kalau kamu ndak mau sama dia, biar buat ibuk saja ya! ” *urun ending*:))

    1. alamakjang, tapi maaf mas maksudnya sih pengennya gak seperti itu hihihi 😀 dalam benak saya malah itu cincin mau dikasih ke Nina karena ‘isi’-nya tau kalo itu jalan pulang ke ibunya Nina yang dikontrakin hahaha 😀 emang ada yang kurang sih di kata-kata mbah dukun e..

      1. Tembalang itu semarang toh? aku punya temen di majapahit sama Godean terus Pucang gading #salahfokus

Tiada jejak tanpa komentarmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s