[BeraniCerita #12] – Tutut

tumblr_m6bulkxkgX1rvdizro1_500_large

credit

Bluk, sebuah sepatu butut mendarat dengan mulus di teras kamar Rasti. Ih, siapa sih yang buang sepatu buluk sembarangan gini?, Rasti menggumam sambil mengambil sepatu yang terjatuh tadi. Wah, kalau dicuci masih lumayan juga kelihatannya, siapa tau nanti pasangannya bakal dibuang kesini juga, batinnya sambil tersenyum. “Rasti, ayo berangkat sayang!”, suara Mama yang membahana membuyarkan lamunan Rasti.

“Aku maunya pake Tutut, Nek!”, Chica sepagian merajuk karena sepatu bututnya hilang sebelah. Meski sudah butut, Chica tidak mau membuangnya. “Iya, nanti biar dicari sama Kakek. Cicha sekarang pakai sepatu hitam dulu ya?”, Nenek tidak menyerah membujuk Cicha. Akhirnya Chica mau memakai si Hitam meski wajahnya merengut.

5 hari kemudian

“Ke dokter ya, Sayang?”, Nenek tak hentinya membujuk Cicha untuk berobat. Sudah tiga hari Cicha sakit karena tidak mau makan sejak sepatu bututnya hilang. “Aku mau Tutut, Nek.”, bisik Cicha lemah. Nenek hanya menghela nafas, kemudian segera mengajak berunding Kakek tentang hal ini.

“Rasti, mau sampai kapan kamu menyimpan sepatu butut itu? Kenapa tidak dibuang saja?”, Mama heran dengan kelakuan aneh Rasti semenjak memungut sebuah sepatu di teras kamarnya tempo hari. “Kan Rasti udah nurutin kata Mama. Udah Rasti mandiin, dandanin. Nih, cakep deh, Ma.”, Rasti menunjukkan sepatu butut yang sudah nangkring di kotak box mikanya.

Nenek menceritakan kegelisahannya pada Kakek, kemudian mereka berdua sepakat untuk melakukan hal terakhir yang dilarang oleh anak mereka. Demi Cicha, cucu semata wayang mereka.

“Hanya itu saja?”, Kakek kaget mendengar ucapan anaknya yang sangat datar ketika mendengar permintaanya. “Ya, hanya itu. Aku tidak akan mengganggumu lagi.”, sekali lagi Kakek memantapkan hatinya meski terasa perih. “Aku hanya tidak ingin mengingat masa laluku yang kelam, Pa!”.

“Lho? Mama dapat darimana pasangan sepatu butut itu?”, Rasti terheran-heran melihat Mamanya menyimpan pasangan sepatu butut tempo hari. “Oh, tadi ada yang ngasih. Ini buat kamu.”, Mama tersenyum mengangsurkan pasangan sepatu butut itu. Rasti tidak boleh tahu tentang hal ini, tekadnya dalam hati. Cicha adalah sampah!

Cicha tak pernah bosan bertanya pada Kakek dan Neneknya tentang ibu yang tak pernah mengunjunginya. Dia menjadi cerewet semenjak Tutut tidak lagi dipakainya. “Dan sekarang menjadi tugas kita untuk menjelaskan pada Cicha tentang keluarganya.”, Kakek menghela nafas, menoleh pada Nenek sambil tersenyum getir mengingat semuanya.

10 tahun yang lalu

“Sepatu ini akan membuat siapapun yang melihatnya akan jatuh sayang dan melupakan orang yang ingin ditemuinya.”, Kyai Barkah menjelaskan tentang sepatu butut yang kini ada di tangan Kakek. “Jangan sampai terinjak oleh kaki orang yang paling ingin ditemui oleh pemiliknya.”

Word count : 410

Advertisements

26 thoughts on “[BeraniCerita #12] – Tutut

    1. monggo mak *sodorin kue dan teh*

      saya nulis buat belajar mak,tapi masih banyak kurangnya juga 😥
      terima kasih udah mampir ya mak 😀

  1. Sama dengan komen yang lainnya. Saya masih agak bingung dengan jalan ceritanya.. Jadi Chica dan Rasti ini sodaraan?

    Salam kenal yaa.. 🙂

  2. Jadi sepatunya keinjek mamanya rasti? Mama rasti adl mamanya Cicha juga? Pertanyaanya adalah, dimana Mama Rasti tiba2 menemukan sepatu yg sebelahnya itu?

  3. dibaca berulang, tetep nggak ngerti ceritanya..
    dan iya, di paragraf awal bercerita kalau ‘sepasang sepatu’ mendarat di kamar Rasti. tapi kenapa Rasti malah menunggu pasangan sepatunya datang ya? nggak konsisten jadinya ini cerita 🙂

    keep writing 🙂

  4. Errr…mungkin karena FF yg harus pendek, jadi cerita ‘terpaksa’ dipotong di sana sini ya, agak bingung mencerna jalan ceritanya 🙂

Tiada jejak tanpa komentarmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s