Servis Gigi

Heyho :D. Postingan ini akan bersambung ya, sesuai dengan proses servis gigi yang sedang saya jalani :). Buat perkiraan bagi pembaca yang sekiranya mengalami kejadian seperti saya hehehe.
Saat kelas tiga SMA, saya mengalami kecelakaan (menabrak dan menyeret motor yang akan menyeberang) dan meninggalkan bekas yang tak kan terlupakan *halah*. Tak terlupakan dan tak dapat disembunyikan karena bekas lukanya yaitu berupa gigi seri atas saya patah satu dan patahannya berbentuk segitiga siku-siku atau bukan saya tidak memastikan :D. Awalnya hendak diservis kira-kira seminggu setelah kejadian, tetapi terjadi musibah lagi, yaitu dompet kakak saya yang berisi uang untuk berobat ternyata jatuh entah dimana :(. Sempat konsultasi dengan dokter gigi yang untungnya teman kakak saya, jadi gratis deh :D. Beliau bilang gigi saya harus dicabut untuk diganti dengan gigi palsu. Dijelaskan pula rincian perlakuan terhadap gigi saya dan rentang waktu serta biaya yang diperlukan. Setelah menimbang dengan seksama, diputuskan nanti saja ketika liburan setelah UAN, dengan pertimbangan saya tidak malu kalau selama seminggu gigi depan saya ompong :|, kan saya tidak kemana-mana :P.

Menjelang UAN, tiba-tiba ibu bertanya, selain SNMPTN apakah saya mau ikut jalur penerimaan lain? Dengan PD saya menjawab, “Kalau tidak diterima masuk PTN mending kuliah di Madiun saja. Ngapain kuliah jauh kalau hanya masuk swasta?!”. Entah kenapa saya tidak tega membebani orang tua jika saya memilih kuliah swasta di kota lain. Kemudian ibu menegaskan, kalau begitu saya harus ikut bimbel biar nanti lolos SNMPTN-nya. Akhirnya setelah grusa-grusu nyari bimbel dengan berbagai pertimbangan (terutama biaya!), saya memutuskan masuk bimbel Ganesha Operation di Jogja. Hah?! Jauh amat? Ibu saya bilang, biar nanti saya tidak kaget kalau memang targetnya hendak kuliah di luar kota :(.

Bimbel dimulai seminggu setelah UAN berakhir. Kandaslah harapan untuk servis gigi di masa penantian kelulusan saya *halah*. Ribet juga kalau seminggu sekali mesti pulang ke Madiun untuk servis gigi. Hmm, ya sudah, sekalian saja kalau sudah pasti nanti kuliah dimana, baru deh servis gigi di deket kampus saja. Semester awal kuliah adalah saat dimana saya senang berkecimpung di berbagai organisasi, hmmm kurang lebih 4 organisasi saja dan memegang peran sentral di 3 organisasi yang saya ikuti *ehm. Lagi-lagi kandaslah harapan untuk servis gigi semasa kuliah :cry:.

Suatu ketika di semester tua akhir, kakak saya menelpon dan menawarkan diri sebagai penyokong dana untuk servis gigi dengan syarat saya harus melakukannya di Gresik, domisili kakak saya. Baiklaaaah, demi gigi maka saya mengiyakan permintaan kakak saya. Dan dimulailah proses servis gigi seri saya yang sudah menanti selama emmm, lima tahun saja :D.

Diawali dengan check-up ke dokter gigi (DG) pada hari Kamis untuk memastikan kondisi gigi saya yang menganga selama lima tahun tersebut. Karena merasa kurang yakin dengan hasil pemeriksaan, maka saya disarankan untuk melakukan rontgen pada gigi seri saya. Setelah di-rontgen dengan biaya Rp 35.000,- saja, DG optimis melihat hasilnya. Di gambar hasil rontgen, gigi saya nampak sehat sampai ke akarnya. Setelah itu DG mengatakan mungkin 5 hari lagi gigi saya bisa dipasangi selubung saja, tanpa harus dicabut. Untuk langkah awal, maka gigi seri dibersihkan, kemudian diberi tambalan sementara sampai tiba saatnya untuk diselubungi. Saya pun gembira karena tidak harus melakukan operasi copot gigi :D.

Keesokan harinya (hari Jumat), gigi saya terasa sakit dan ngilu. Setelah di cek, DG mengatakan kalau mungkin sebenarnya gigi saya tidak sesehat hasil rontgen, akhirnya tambalan dilepas dan diberi obat untuk penghilang nyeri dan antibiotik. Dan DG memutuskan kalau gigi seri saya lebih baik dicabut saja :cry:. Hari Senin depan adalah jadwal untuk mencopot gigi saya.  Sabtu pagi, bibir atas saya terasa gatal sekali, dan ketika berkaca, astaghfirullah! Kenapa bibir atas saya dower sekali :cry:. Saya kira itu mungkin reaksi dari obat yang diberikan DG, tetapi pada malam hari tubuh saya demam dan bibir + gigi seri rasanya nyut-nyut sekali :cry:. Keesokan harinya, kakak saya menyarankan agar meminum obat penghilang nyeri saja dan berkumur-kumur memakai obat kumur Betadine. Alhamdulillah siang harinya bibir dan gusi saya sudah lumayan tidak dower lagi, tapi masih ada yang terasa mengganjal di gusi saya.

Hari ini (Selasa), saya melakukan check up lagi ke DG dengan harapan gigi saya bisa dicopot hari ini. Setelah menyiapkan mental, saya pun berangkat ke DG. Setelah diperiksa dengan seksama, ternyata gusi saya masih agak bengkak, jadi gigi serinya belum bisa dicopot hari ini :(. Bengkak pada gusi akhirnya di sayat untuk mengeluarkan nanah dan darah di dalamnya. Besok Kamis saya diminta untuk check-up lagi, semoga gigi saya sudah bisa dicabut pada hari itu. Aamiin 😀

to be continued

Advertisements

One thought on “Servis Gigi

Tiada jejak tanpa komentarmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s