Galau?! Ngadu ama Allah, dong :D

23127-muslimah

Ternyata sms dengan orang lain *ya iyalaaah* bisa membawa suatu pencerahan untuk diri kita sendiri πŸ˜€ . Mungkin sebenarnya banyak diantara kita yang sering merasakan galau, resah, gundah gulana *alah bahasanya* dalam hidup kita. Tetapi ketika ditanya, “Kenapa kok bisa galau, resah?”, mungkin hanya sedikit yang bisa menjawabnya. Kalau saya memang kadang merasa kalau hidup saya itu ruwet, hubungan dengan orang-orang disekitar pun juga ruwet (makanya di fb relationship saya complicated mulu –‘). Entah ruwet karena diri saya sendiri ataupun diruwetkan dengan perasaan/hubungan saya dengan orang lain.
Pelampiasan dari kegalauan atau kegelisahan yang memuncak selama ini masih terbilang positif, sih. Nangis-nangis sendiri, insomnia, ngaji, ngeluh ama Allah. Padahal mungkin akar permasalahan kita sebenarnya sederhana, MUNGKIN (catet ya!) kita pernah melakukan suatu kesalahan, entah besar kecil sengaja atau tidak, dalam perilaku maupun keputusan dalam hidup kita, dan kita tidak pernah mengakui kalau itu merupakan suatu kesalahan. Kalau kata orang sih, udah tahu salah masih aja dilakuin *iya, saya juga begitu, kok!*. Atau dengan kata lain kita merasa baik-baik saja melakukan penyangkalan terhadap kesalahan diri kita sendiri meski pada akhirnya kita sendiri yang merasa tidak enak dengan hal itu.
Atau barangkali ada sesuatu yang belum kita lunasi? Semisal kita janji mau segera wisuda tapi sampai sekarang belum jua terlaksana *selfplak!*? Ataupun janji sama Allah misal mau puasa kalau dapat nilai bagus? Atau ada pekerjaan yang belum tertunaikan dan malah terabaikan?. Tuh, kan, sebenarnya akar masalahnya ada pada diri kita sendiri πŸ™‚ .
Oh, iya, salah satu hal yang bisa menjadi jalan keluar yaitu kita ngadu sama Allah. Tumpahkan aja semuanya, toh yang tahu hanya Dia dan diri kita πŸ™‚ . Aduin aja misal, “Ya Allah, kenapa kok begini? Aku harus gimana? Kalau begini, semoga benar dan Engkau lancarkan, kalau salah semoga tidak bertambah menjadi masalah baru :mrgreen: “. Intinya, mintalah kekuatan ketika kita akan melangkah untuk mnyelesaikan keruwetan dalam hidup kita πŸ˜€ .
Gara-gara hal itu, saya jadi kepikiran nih, kita tuh kalau lagi masalah aja baru ngadu sama Allah hihihihi. Ketika sedang mengadu begitu, serasa kita lah orang paling malang di dunia *halah*, padahal mungkin masih banyak sekali saudara kita yang lebih mengenaskan daripada kita. Jadi kalau lagi ngadu (berdoa) sama Allah, jangan cuman ngaduin masalah kita dewe, cobalah menyisipkan nama-nama orang tua (wajib!), saudara-saudara yang kita kenal, teman-teman, saudara-saudara seiman, yang pada akhirnya kita juga mendoakan seluruh umat manusia πŸ˜€ . Semoga saja dengan begitu kita tidak merasa menjadi orang yang paling malang di dunia ini.
Kadang kepikiran juga, “Ya Allah, aku kok PD banget yak meminta-minta terus kepada-Mu? Sedangkan ibadahku saja masih biasa-biasa saja. Apakah Engkau akan mengabulkan permintaanku yang banyak ini?”. Gak apa lah,toh Allah itu Maha Pemurah, Maha Pemberi Maaf, dan Maha Segalanya :wink:. Lagian kepada siapa lagi kita hendak menumpahkan kegalauan disaat kita mencapai titik TIDAK PERCAYA KEPADA ORANG LAIN ketika akan bercerita tentang masalah kita?! Ingat saja kalau kita masih punya Allah, dan segalanya akan menjadi lebih gampang :D.
“Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan” (Q.S 1:5)

Advertisements

Tiada jejak tanpa komentarmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s