[Review] One More Chance

Prolog : Buku ini kupinjam tak sengaja dari Mbak Esti. Sebagai bukti aku sudah membacanya *halah*, kutuliskan sedikit pandanganku tentang buku ini 😀

https://www.goodreads.com/book/show/18007413-one-more-chance
Sumber : Goodreads

 

Judul                               : One More Chance
Penulis                           : Ninna Rosmina
Penerbit                        : GagasMedia
Cetakan pertama       : April 2013
ISBN                               : 979-780-642-1

“Saya Violina Dawai Martadipura bulan Juli lalu baru saja berusia delapan belas tahun bintang Cancer saat ini masih berstatus single nama kakak siapa?” ~hlm.15 
Siapa yang bisa mengucapkan kalimat diatas tanpa jeda? 😆 Begitulah dengan caranya yang unik, ceria, dan selalu percaya diri, Vio memasuki dunia perkuliahan dan menjadi lumayan tenar di kalangan senior maupun teman-teman seangkatannya. Vio yang semasa SMA dipanggil Dawai, ingin mengubah citranya dari seorang “Gunung Es Tak Terkalahkan” menjadi seorang yang menyenangkan dan berharap bisa menjalani 100 wishes-nya.
Vio ngotot masuk kuliah arsitektur hanya untuk menemukan seseorang yang mencuri perhatiannya karena memiliki rambut yang lebat, panjang dan indah. Hah?! Rambut? 🙄
Adalah seorang Anugrah Putra Cello yang memiliki rambut nan aduhai tersebut, dikenal sebagai pria berhati dingin dan sering mempermainkan perempuan karena mempunyai dendam terhadap wanita yang telah meninggalkannya. Tetapi Vio sudah terlanjur suka padanya. Belum lagi mesti bersaing dengan Hera, kakak tingkat yang juga menaruh hati pada Cello. Luluhkah hati Cello pada kegigihan Vio?
Tetapi ada Wisnu yang juga kelihatan mulai suka dengan Vio, sedangkan dirinya justru disukai oleh Rully, sahabat Vio. Dan Vio pun mau saja diajak jalan oleh Wisnu yang membuat Rully kalang kabut. Dan Wisnu pun mendengar cerita tentang Vio alias Dawai yang dulu dari mulut Vio sendiri. Ternyata Dawai semasa SMA sangat bertentangan dengan dirinya semasa kuliah. Nge-geng, kebut-kebutan, sampai dijuluki “Gunung Es Tak Terkalahkan” oleh teman-temannya. Sampai suatu kejadian di villa miliknya mengubah segalanya.

Membaca cerita dalam buku ini tidak membuat kening berkerut,meski ada beberapa cerita flashback yang disisipkan. Mungkin baru membaca setengahnya pun kita sudah tahu seperti apa akhir dari kisah ini. Kok bisa tahu? Kalau saya sih menebak dari sampul dan ilustrasi hati yang menghiasi bagian dalam buku ini 😀 Pasti berakhir manis 🙂
Tapi kisah di dalamnya tidak lah semulus jalan tol. Ada gejolak manakala Cello yang sudah menjadi Vio, tahu tentang penyakit istrinya dan merasa tidak kuat untuk mendampingi Vio, akhirnya memilih untuk melarikan diri! Lalu bagaimana kelanjutannya? Baca sendiri saja ya 😛
Yang terasa beda yaitu setiap bab selalu diawali di halaman ganjil (atau sebelah kiri). Kemudian karakter Vio yang meski mempunyai penyakit, digambarkan begitu sempurna, anak orang kaya, diantar dengan mobil mewah, dan jenius. Sampai-sampai Cello merasa bingung, apalagi yang hendak dia berikan untuk seorang Vio? Ya cinta lah, Bang! *dengan gaya Vio* 😆 Dan tentu saja tetap ada kesalahan penulisan di beberapa bagian 🙂

Demikian catatan saya tentang buku ini dan terima kasih untuk Mbak Esti yang sudah meminjamkan dengan tidak sengaja pada saya 😀

Advertisements

Tiada jejak tanpa komentarmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s