Icip Jekardah (Part 1)

Lah, kok icip Jekardah? Iya, karena disana hanya sebentar dan hanya sempat mencicipi sedikit dari sekian banyak ‘pesona’ di ibu kota ๐Ÿ™‚ Long weekend April kemarin saya berkesempatan untuk icip-icip Jakarta sekaligus nengok partner *eh, kebalik ya? ๐Ÿ˜† * Berangkat kamis sore dari kos menuju Stasiun Poncol, kemudian menunggu kereta yang telat setengah jam. Sekitar pukul dua pagi, saya akhirnya menghirup udara Jakarta yang konon penuh polusi itu ๐Ÿ˜› Sempat kasak-kusuk mau nginep dimana ntar, bimbang diantara dua pilihan *alah*, akhirnya selama di Jakarta saya numpang di kamar Uyul ๐Ÿ˜€

Jumat pagi, agendanya adalah temu kangen dengan partner. Terakhir ketemu bulan Desember tahun lalu, jadi ada begitu buuuaaaanyaaaaak cerita yang tertumpah ๐Ÿ˜€ Kemudian kami bingung mau main kemana saja selama saya di sini ๐Ÿ˜† Agenda utama sih icip-icip TransJakarta ama KRL muahahahaha ๐Ÿ˜† Diputuskan sore ini main ke Monas, horeeee! ๐Ÿ˜€ Sekitar pukul dua siang ternyata hujan turun lumayan deras ๐Ÿ˜ฆ Padahal rencananya kami ke Monas sekitar setengah empat sore ๐Ÿ˜ฅ Untungnya sekitar pukul empat lebih, cuaca kembali bersahabat. Setelah bersiap-siap, saya dan partner menuju ke halte TJ. Hampir setengah jam kami menunggu TJ yang ke arah Monas yang ternyata jarang sekali ada ๐Ÿ˜ฆ Pengen liat sunset di Monas, jadinya malah liat sunset di TJ ๐Ÿ˜† Berhubung sampai Monas sudah gelap, kami memutuskan untuk sholat magrib dulu di errrrr Masjid Istiqlal yang ternyata lumayan jauh kalau jalan kaki ๐Ÿ˜†

So, what are we doing at Monas? Guling-guling sepuasnya muahahaha ๐Ÿ˜† Kami mendapati halaman Monas entah yang sebelah mana yang sepi, jadi bisa guling-guling, poto-poto atau ngapain aja dengan bebas ๐Ÿ˜€ Lagian juga gak ada yang kenal muehehehe ๐Ÿ˜› Ada satu sisi yang raaameee banget kaya pasar malam, banyak yang jualan ataupun ngadain pertunjukan. Berhubung capek pake sepatu, saya pun nyeker selama keliling monas ๐Ÿ˜† Enak banget rasanya telapak kaki langung nempel di paving block gitu ๐Ÿ™‚

Guling-guling di halaman Monas :D
Guling-guling di halaman Monas ๐Ÿ˜€
Cantiknyaaa
Cantiknyaaa

Hari Sabtu, rencananya sih ke Taman Mini Indonesia Indah, tapi jaaauuuuuuh dan tidak tahu kendaraan umum apa untuk mencapai kesana dari Setiabudi. Sepertinya juga antara pemberhentian angkutan ama TMII-nya juga jauh kalau toh ada ๐Ÿ˜ฆ Ya sudah, untuk menggenapi agenda utama, yaitu naik KRL, maka hari kedua akhirnya pergi ke Kebun Raya Bogor. Daaaan, wadehel, dari Stasiun Manggarai sampai Stasiun Bogor saya berdiri ๐Ÿ˜ Wonder Women yeeeaaaaah!! Begitu nyampe Stasiun Bogor, subhanallah, antrian di pintu keluar amat sangat tidak manusiawi ๐Ÿ˜ฅ Malah selama di Jakarta saya belum pernah menjumpai yang seperti ini hahaha ๐Ÿ˜€ Setelah perjuangan sikut kiri kanan, akhirnya bisa juga nge-tap kartu di pintu keluar. Amazing!! Berhubung partner lupa-lupa ingat naik angkot apa yang ke arah KRB, ya sudah, lanjutkan jalan kaki!!!

Rasa capek menguap begitu melihat rusa-rusa lucu di area KBR, tapi cuma bisa liat dan pegang dari luar pagar ๐Ÿ˜ฅ Eh ada yang jualan wortel dan sayuran yang katanya bisa untuk ngasih makan rusa. Setelah beli satu ikat wortel yang isinya tiga biji, saya dan partner mulai menggoda rusa-rusa disana. Begitu wortel dilambai-lambaikan *alah*, langsung ada rusa yang mendekat, dan HAP! Si rusa melenggang pergi sambil mengunyah wortel ๐Ÿ™„ Apaaa?!?! Habis manis sepah dibuang gitu?! *mendadak drama* Ha! Untuk wortel kedua, saya bertekad tidak akan membiarkan si rusa membawanya lari lagi. Jadi begitu saya melambaikan wortel, ada rusa lagi yang mendekat, waktu menggigit pucuk wortel dan mulai menariknya, sayapun tetap megangin wortel kuat-kuat. Hasilnya? Wortelnya patah dan sepertinya itu rusa ngambek, karena setelah itu dia menjauh dan tidak mau mendekat lagi ๐Ÿ˜ฅ Waktu saya melambai-lambaikan wortel ketiga, tidak ada rusa yang mau mendekat lagi ๐Ÿ˜ฅ Setelah agak lama barulah ada yang mau mendekat, karena sebel, saya kasih saja langsung dan saya biarkan dia melenggang pergi sambil mengunyah wortel. Puas?!?! *mendelik ke rusa*

NyamNyam
NyamNyam

Bersambung

Advertisements

2 thoughts on “Icip Jekardah (Part 1)

Tiada jejak tanpa komentarmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s