Icip Jekardah (Part 2)

Cerita sebelumnya ada disini

Setelah menyusuri pinggiran KRB, akhirnya sampai juga di pintu gerbang utamanya *elap keringat*. Begitu masuk kawasan KRB, hmmmmm,,, Boleh gak bangun rumah disini?!?! Muahahaha 😆 Adeeeeem dan suara hewan yang entah apa terdengar menghanyutkan. Rasanya pengen gelar tikar dan gegoleran disana :mrgreen: Berhubung gak bawa apa-apa, ya sudah kami pun memutuskan untuk jalan-jalan menyusuri KBR. Baru berjalan sebentar, tiba-tiba hujan turun. Merasa PD karena membawa payung, kami pun melanjutkan perjalanan. Ealah, ujannya deres banget dan lama pulak 😐 Mana kami berada di tengah-tengah hutan pula 😥 Lanjutkan jalan kaki sambil berhujan-hujanan saja sekalian :mrgreen: Setelah puter-puter dalam derasnya hujan, kami berencana berteduh di masjid yang ada di KBR. Ndilalah itu masjid gak ketemu, padahal kami sudah sampai di ujung KBR 😥 Ternyata kami kebablasan! Harusnya di deket Rumah Anggrek ada jalan masuk kecil ke arah masjid, kami lurus aja sampe ujung Kebun Raya Bogor,pantesaaaaan 🙄

Nyeker is the best laaah :D
Nyeker is the best laaah 😀
Badan sudah basah kuyup begitu sampai di masjid. Alhamdulillah ada baju ganti yang tidak sengaja terbawa hahaha 😛 Setelah ganti baju dan sholat, kami duduk di selasar masjid, dan hmmmph ada bau sedap mie cup menguar di udara. Yasudah, sekalian nunggu hujan reda, makan mie cup hangat-hangat, deh. Ya Allah, nikmatnya Te O Pe dah!! Begitu hujan reda, saatnya beraksi menjelajahi Kebun Raya Bogor (lagi)!! 😆

2014-04-19 15.19.52
Tuh, kan, udah ganti baju 😛
Partner on the screen :P
Partner on the screen 😛
Hmmm, berputar-putar hanya mengandalkan papan penunjuk ternyata memang menyesatkan nyiahahaa 😆 Ataukah saya dan partner memang payah?! :mrgreen: Entahlah, yang jelas kami melewati Jembatan Merah berkali-kali hahaha 😀 Meski jalur yang diambil berbeda, ujung-ujungnya ya mbalik lagi ke Jembatan Merah. Niat hati mencari bunga Bangkai, eh ketemunya malah Taman Garuda (eh bener gak sih?hihihi).Itu loh taman yang bunga-bunganya didesain berbentuk burung Garuda kalau dilihat dari tempat yang agak tinggi. Trus ada patungnya juga.
Melihat pepohonan yang dahan maupun akarnya menggelantung, pohon yang guuueeedeeeee banget batangnya, sampai pohon yang akarnya lucu, memang sangat memanjakan mata. I love it 😀 Begitu melihat matahari meredup *ceilah* karena sudah sore dan kami jalan kaki pula, maka diputuskan untuk menyudahi rekreasi di Kebun Raya Bogor untuk hari ini. Aaaak, padahal belum puas saya menjelajah isinya. Semoga lain kali saya bisa menginjakkan kaki di Kebun Raya Bogor lagi. Aamiin 😀
photo0043
Akarnya gak kepoto semua
2014-04-19 15.44.50
aku pendek banget si >.<
2014-04-19 16.10.55
Taman Garuda
photo0038
Pohon Tarzan
Berhubung kaki sudah gempor, dari Kebun Raya Bogor menuju ke Stasiun Bogor kami naik angkot. Sesampainya disana untung keretanya belum datang, jadi bisa menikmati sunset di stasiun *alah*. Karena kami naik dari stasiun awal, maka dapat dipastikan untuk perjalanan pulang ke Jakarta ini kami bisa leyeh-leyeh duduk sambil menyelonjorkan kaki. Sambil mikir, besok mau kemana lagi ya?? Muahahaha 😆
Advertisements

2 thoughts on “Icip Jekardah (Part 2)

Tiada jejak tanpa komentarmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s