Icip Jekardah (Part 3)

Part 1

Part 2

Tak terasa hari ini adalah hari terakhir icip Jekardah. Kaki sudah mulai terasa gempor karena selama dua hari kami benar-benar jalan kaki selain naik TJ dan KRL, eh angkot juga ding tapi cuman sekali muahaha 😆 Wisata hari terakhir kami memutuskan untuk pergi ke Kota Tua saja. Saya lupa persisnya kenapa saya danpartner berangkat kesana pada sore hari hahaha 😛 Kami kesana naik KRL dari Stasiun Kalibata *kalau tidak salah hehe* dan turun di Stasiun Jakarta Kota. Sesampainya disana pas magrib, jadi kami langsung mencari mushola di stasiun. Sejenak mengamati stasiun ini, saya teringat dengan Stasiun Tawang dan Lawang Sewu. Arsitekturnya khas bangunan jaman kolonial *ya menurut ngana?!* 😆

Halaman Museum Fatahillah
Halaman Museum Fatahillah

Begitu menginjakkan kaki di luar stasiun, kami bingung mau kemana, akhirnya diputuskan untuk menuju ke lapangan di depan (atau belakang?) Museum Fatahillah. Karena masih terhitung sore, lapangan itu masih belum terlalu ramai. Saya terpesona oleh barisan lampu yang ditanam di bagian halaman yang membentuk suatu pola. Banyak orang yang berjualan macam-macam aksesoris, ada juga yang berdandan berdasarkan karakter tertentu yang bisa diajak foto (dan sepertinya mbayar deh, jadi skip aja muahahaha 😛 ). Karena belum terlalu ramai, kami memutuskan untuk berjalan-jalan menyusuri bangunan di sekitar lapangan. Ajegileeee! Sepanjang jalan di sekitar lapangan penuh dengan orang jualan 🙄 Mulai makanan, aksesoris, baju, jajanan segala macem tumplek blek dah! Ada juga yang menyewakan spot-spot yang bisa digunakan untuk foto bergaya vintage. Saya dan partner naksir kalung yang bisa diukir nama/inisial, tetapi harganya lumayan mihil untuk ukurannya yang mungil, gak jadi beli deh hiks hiks 😥 Setelah capek berputar-putar dan bingung mau foto-foto dimana, kami memutuskan untuk berfoto di pinggir jalan dengan latar belakang gedung tua yang kelihatan seram :mrgreen:

Abaikan mukaku -_-
Abaikan mukaku -_-
Ketika kami kembali ke lapangan tadi, ternyata suasananya sudah ramai syekalleeeee. Ada semacam pertunjukkan apa gitu (saya juga gak terlalu ngeh) yang sangat menarik perhatian penonton. Setelah pertunjukan berakhir, kerumunan bubar, dan krik krik, apa yang akan kami lakukan? Yasudah, kembali berfoto-foto lagi saja muahaha 😆 Perut pun protes minta jatahnya,baiklah saatnya makan malam. Setelah makan, jam menunjukkan pukul setengah sembilan, WHAT?! Karena takut tidak mendapat KRL ke arah Manggarai, apalagi nanti kami harus transit dulu, kami memutuskan untuk pulang saja. Fiuuhh, kami masih bisa mendapat kereta ke arah Stasiun Manggarai, masih kosong pulak, jadi bebas mau duduk, telentang, guling-guling, lari-lari, terserah dah hahaha 😛
Begitu sampai di Manggarai, kami mendapat info kalau kereta yang lewat Stasiun Sudirman tinggal yang terakhir dan untung belum lewat. Dan krik krik krik, ternyata cukup lama juga kami menunggu kereta terakhir ini *tsah* 🙄 Begitu turun dari KRL, saya ngomong ke partner kalau ini kaki udah gempor banget, pengen  beli koyo saja hahaha. Malam terakhir di Jekardah saya lewati dengan tidur nyenyak dan kaki tertempel koyo empat biji di bagian betis :mrgreen:
nampang duyuuu :3
nampang duyuuu :3
Pagi-pagi buta, saya keluar dari kos Uyul dan janjian dengan partner di halte TJ terdekat. Sialnya, tukang ojek yang biasa mangkal sepertinya masih tertidur pulas semua di poskonya 😦 Akhirnya saya diantar Uyul berjalan agak jauh dan mendapati ada tukang ojek yang abis ngantar orang, langsung deh kita todong buat nganterin ke halte TJ. Sesampainya disana, pas juga partner saya datang. Kami berdoa semoga saya masih bisa mengejar kereta yang berangkat sejam lagi. Alhamdulillah kami sampai di stasiun lima belas menit sebelum kereta berangkat. Setengah berlari saya menuruni peron Stasiun Senen dan masuk kereta dengan ngos-ngosan. Sekitar setengah tujuh, kereta beranjak dari Stasiun Senen, dam berakhirlah icip Jekardah ini. Maybe someday we will meet again, Jekardah. Bye bye 😀
icip jekardah
icip jekardah

 

Advertisements

One thought on “Icip Jekardah (Part 3)

Tiada jejak tanpa komentarmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s