Like Auntie, Like Niece

Seringkali orang akan bilang, “Oh, dulu ibu/bapaknya juga seperti itu, kok” ketika melihat kelakuan anak-anak yang agak diluar batas. Istilah kerennya sih like father like son atau like mother like daughter. Tapi bagaimana kalau semua tuduhan tadi dialamatkan ke orang lain? Katakanlah tantenya *iya, ini postingan curcol* 🙄

Gemes banget rasanya tiap ada orang yang bilang, “Kalau kaya gitu, mirip siapa coba? Mesti tantenya,” saat keponakan saya melakukan hal-hal yang yagitudeh :mrgreen:

Saya punya dua keponakan perempuan, sebut saja Ina dan Aza. Jarak usia saya dengan Ina kurang lebih 15 tahun, sedangkan dengan Aza 22 tahun *udah tua ik ternyata daku 😥 *. Kedua keponakan saya ini sangat cerewet, agak ganjen, suka caper dan kreatif. Apalagi Ina, suka protes, suka bermain dengan alat-alat dapur Mbah Nti, suka nge-dandanin boneka dan kucing, dan sederet kegiatan kreatif lainnya. Sedangkan Aza, karena baru berusia menjelang dua tahun, maka yang tampak baru cerewet, suka nggodain orang, dan suka memanjat, eh sama gak mau diatur juga ding hahaha 😆

Nah, kalimat diatas sering muncul manakala Ina atau Aza melakukan hal-hal yang seringkali kelewatan, seperti ngeyel kalau dibilangin sama orang yang lebih tua, susah kalau disuruh-suruh, mandinya lama, narsis kalau liat orang pegang HP yang bisa buat foto-foto, dan sederet kelakuan kategori yagitudeh :mrgreen:

Tapi, setelah dipikir-pikir, bener juga sih hahaha. Entah karena watak saya yang kekanak-kanakan (karena anak bungsu), atau kah keponakan saya yang suka menirukan saya, yang jelas kelakuan mereka memang sedikit banyak mirip dengan saya hahaha 😛

Hampir seluruh keluarga mengeluarkan kalimat pamungkas tadi jika melihat kelakuan Ina atau Aza yang nyleneh dan tidak pernah peduli dengan protes pembelaan yang saya lontarkan. Bahkan orang tua mereka pun seringkali melontarkan kalimat itu, yakali anak siapa mirip ama siapa -_- Saya bukan orang yang suka aneh-aneh, sih. Tapi cap “seperti Nteyan” sepertinya sudah terlanjur menempel pada Ina dan Aza kalau mereka melakukan hal-hal kategori yagitudeh tadi.

Mungkin karena mereka tahu kehidupan saya sejak saya bayi *ya iyalah*, sedangkan saya tidak tahu kehidupan masa kecil para mas-mas dan mbak-mbakku, jadi saya jarang bisa menemukan pembelaan untuk diri saya sendiri *sigh*. Pastinya lebih mudah untuk mengolok-olok saya dan ketika para keponakan itu melakukan hal yang sama, tentulah melekat cap “seperti Nteyan”. Seperti gambar dibawah ini :

 

So, like Auntie like Niece, eh? *getok mas-mas dan mbak-mbakku*

Advertisements

Tiada jejak tanpa komentarmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s