Sagon, Madumongso dan Manco

Entah kenapa, tiba-tiba saya kangen dengan  makanan (atau jajanan?) ini 😀 Saat saya ketik ‘manco’ di mesin pencarian, lumayan lah ya gambarnya ada yang benar :mrgreen: Benar disini dalam artian “inilah bentuk manco yang saya kenal dan biasa saya makan” 😆 Mungkin ada bentuk manco yang lain atau rasa yang lain saya juga gak tau sih hehehe 😛

13970179811961704266840
sebungkus manco

Manco ini dalamnya kopong alias isinya angin doang. Manco ada dua jenis, yaitu yang luarnya dibalut wijen dan yang luarnya dibalut karuk. Karuk itu semacam brondong dari beras/ketan #eh . Yagitudeh pokoknya hahaha 😛

Hal berbeda saya temui saat saya ngetik ‘sagon’ di mesin pencarian. Kok, bentuknya padat semua yak? Hahaha 😛 Kalau sekilas melihat bahan-bahannya sih, kemungkinan sama, hanya saja saya malah belum pernah menjumpai sagon yang berbentuk padat seperti yang saya temukan di mesin pencarian :mrgreen:

Sagon merupakan jajanan yang hanya ditemui saat lebaran dan hanya ditemui di rumah saudaranya Mbah nDawung setahu saya selama ini :mrgreen: Dulu, nenek saya pernah membuat sagon, tetapi hasilnya beda, tidak kemepyur seperti sagon yang saya jumpai di rumah saudaranya Mbah nDawung 😦

Jadi begini deskripsi sagon yang selama ini saya makan dan tidak sesuai dengan hasil pencarian di google : ketan dan gula (dan entah apalagi saya tidak tahu, karena yang dominan adalah rasa dari ketan dan gula 😛 ) disangrai (sepertinya) entah berapa lama, setelah dingin kemudian dibungkus dengan kertas atau apa saja membentuk limas segi empat. Ketika dibuka, bentuknya seperti bubuk ketan dan gula. Kalau makan sagon ini HARUS MINGKEM!!! Ditelan dulu, baru boleh ngomong. Kalau sagon masih di mulut dan nekat mbuka mulut? Siap-siap aja kelilipan karena sagonnya nyembur keluar 😆

Konon kata ibu, kalau mau bikin sagon, menyangrainya menggunakan sapu kecil atau seikat lidi atau sepet (sabut kelapa), supaya sagonnya nanti tidak menggumpal ketika sudah matang.

Sepupu saya berhasl menemukan cara makan sagon supaya tidak nyembur. Bagaimanakah itu??? Gulingkan sebiji madumongso pada sebungkus sagon hahaha 😆 Karena tekstur madumongso yang lengket akan mengunci bubuk sagon *halah* supaya tidak nyebar kemana-mana :mrgreen:

Sayangnya lebaran tahun ini saya tidak silaturrahmi ke rumah saudaranya Mbah nDawung, karena tidak ada rombongan yang kesana 😥 Gagal deh makan sagon yang hanya ada disana dan setahun sekali itu 😥

Advertisements

2 thoughts on “Sagon, Madumongso dan Manco

Tiada jejak tanpa komentarmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s