Berkah Silaturahmi Ala Anak Kos

“Ini dibawa pulang aja,” ujar Ibunya Devi, tuan rumah acara kumpul-kumpul kami pada hari ini. “Hayo,tuh yang anak kos, gak usah malu-malu, bawa aja” kata teman-teman mengompori. Dengan cengar-cengir saya pun mengangkut seplastik penuh jajanan. Berkah silaturahmi ala anak kos nih *uhuk* πŸ˜›

Hayoooo, yang anak kos, ngaku deh! Pasti sering dikambinghitamkan saat tuan rumah ‘memaksa’ untuk membawa makanan atau jajanan yang sisa saat acara kumpul-kumpul :mrgreen: Apalagi kalau acara kumpul-kumpulnya di rumah teman (alias tuan rumahnya bukan anak kos juga). Entah kenapa seringkali ‘anak kos’ mendapat prioritas saat ada acara seperti itu *elus perut* Padahal tampang kami gak ngenes-ngenes amat kok *benerin jilbab* Sudah sering saya mengalami hal ini, Β mau menolak kok kayanya gak sopan, mau nerima kok ya sungkan gimana gitu. Tapi ya sudahlah, kalau memangΒ rejekinya ya Β tinggal bilang ‘Terima kasih’ pada tuan rumah dan alhamdulillahnya gak lupa dong ya πŸ˜‰Β 

Saat di rumah pun (baca : silaturahmi dengan orang tua), anak kos ini seringkali mendapat perhatian lebih dari orang tua. Apalagi yang pulang kampungnya jarang-jarang πŸ˜‰ Saat pulang ke rumah, bisa dipastikan menu masakan hari itu tergantung permintaan saya hehehe Dan seringkali kakak saya mengeluh, karena tiap ditanya ‘mau makan pake lauk apa?’ sama ibu, jawaban saya selalu ‘pecel pake tempe goreng ya, Bu’ ngahahaha πŸ˜† Dan tak lupa saya juga pesan ke Ibu untuk banyakin bikin sayur-sayuran selama saya di rumah, karena nyari sayurnya mah gampang, tinggal nyari aja di sawah atau pinggir jalan, meski terkadang beli sih hehehe Dan bisa dipastikan kakak saya manyun lalu pulang ke rumah mertuanya hehehe *yamaapmas*

Selain melancarkan rezeki perut *eh*, silaturahmi juga bisa menggendutkan dompet ataupun atm anak kos πŸ˜€ Dulu saat kakak saya masih di Gresik, saya sering main kesana kalau sedang bokek. Alhamdulillah kakak saya selalu menangkap sinyal dari adindanya yang ngekos ini, saat pulang biasanya selalu ada lebihan dari ongkos perjalanan yang masuk ke dompet saya hehehe Kalau untuk penggendutan atm, ya silaturahminya via sms hihihi

Selain urusan perut dan dompet, silaturahmi juga bermanfaat untuk menambah wawasan dan informasi kita, apalagi jika saat silaturahmi yang datang adalah teman-teman dekat yang jarang bertemu meski satu kota. Untuk anak kos (yang masih kuliah terutama), informasi berharga yang di dapat biasanya seputar dunia pekerjaan (baik untuk part time maupun full time), dan juga masalah jodoh *ehm* alias info siapa saja teman-teman kami yang telah atau akan menikah, dan siapa yang bakal menyusul selanjutnya πŸ˜€ Terkadang jua membahas info kos-kosan maupun kontrakan yang harganya murah dan strategis, dan tak lupa rekomendasi tempat makan yang enak di lidah dan di kantung kami.

Terkadang, silaturahmi membawa kita pada lingkaran baru yang belum kita kenal. Yang awalnya hanya kenal via internet, bisa ketemu dan bertatap muka secara langsung seringkali membawa berkah tersendiri. Seperti misalnya saat ketemu Mbak Esti dan kebetulan beliau membawa novel, saya pun langsung meminjamnya dan mengembalikannya errr sebulan kemudian apa ya?hahaha πŸ˜› *sungkem* Selain itu, saya juga dikenalkan dengan komunitas menulis IIDN Semarang meski saya kurang aktif juga *maaf mbak πŸ˜₯ * Dengan silaturahmi ,alias jalan-jalan di dunia maya, inilah yang juga mengantarkan saya kepada event give away ini πŸ˜€

Apa pun jenis silaturahminya, dimana pun, dan dengan siapa pun, seringkali membawa berkah bagi kami, para anak kos πŸ˜€ Meski harus mengeluarkan uang untuk transportasi, tetapi seringkali kami mendapatkan hal yang lebih dari apa yang telah kami keluarkan πŸ˜€

Ada yang mau menambahi??

Tulisan ini diikutsertakan dalam “GiveAway Indahnya Silaturahmi, Lavender Art

Advertisements

8 thoughts on “Berkah Silaturahmi Ala Anak Kos

  1. silaturahmi bisa memperpanjang umur, yang harusnya seminggu gak bisa makan, dengan silaturahmi bisa dapet makanan gratis πŸ˜›

  2. Sy jg pernah merasakan jd anak kost mbak..dan mmg begitu, klo lg silaturahmi ke sodara atau teman sringnya dpt “buntelan” lbh banyak…hehe…
    Terimakasih atas partisipasinya mbak….

Tiada jejak tanpa komentarmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s