Penjara

“Ceritakan sama Bapak, ada masalah apa?” Ning tergugu di pelukan Ibu, tak berani menatap sorot mata Bapak. Perlahan, akhirnya Ning mengutarakan semua yang ada di benaknya. Keinginan dan kenyataan yang dihadapinya, silih berganti keluar dari mulut Ning. “Ya sudah, jalani saja apa yang menjadi keinginanmu, Nduk. Jangan dengarkan omongan orang.” Tegas Bapak sambil membelai kepala Ning, anak perempuan satu-satunya. “Terima kasih, Pak, Bu.” Ning menghela nafas untuk kesekian kalinya. Ini adalah kali ketiga dia mendapat limpahan pekerjaan karena ada yang mengundurkan diri. Sesuai dugaan, pekerjaan yang ditinggalkan seringkali berantakan, dan menjadi tugas Ning untuk merapikan dan menyelesaikan semuanya. Ayo, kamu bisa! Ujar Ning pada dirinya sendiri. Ini adalah pilihanmu. Delapan tahun, bukanlah waktu yang singkat untuk merantau, apalagi untuk seorang perempuan. Lima tahun dihabiskannya di bangku kuliah, sisanya adalah masa kerja Ning pada sebuah perusahaan yang cukup ternama. Continue reading

Advertisements

[BeraniCerita #12] – Tutut

tumblr_m6bulkxkgX1rvdizro1_500_large

credit

Bluk, sebuah sepatu butut mendarat dengan mulus di teras kamar Rasti. Ih, siapa sih yang buang sepatu buluk sembarangan gini?, Rasti menggumam sambil mengambil sepatu yang terjatuh tadi. Wah, kalau dicuci masih lumayan juga kelihatannya, siapa tau nanti pasangannya bakal dibuang kesini juga, batinnya sambil tersenyum. “Rasti, ayo berangkat sayang!”, suara Mama yang membahana membuyarkan lamunan Rasti. Continue reading

[BeraniCerita #11] Kembalinya Cincin Ibu

“Kok bisa?” Nani tercengang melihat ibunya tersenyum sumringah sambil memamerkan sebuah cincin padanya. Nani tahu persis bahwa ibunya sangat menyayangi cincin itu. Tetapi cincin itu sudah hilang hampir dua puluh tahun yang lalu, ketika dia iseng bermain dan memamerkan cincin ibu kepada teman-temannya.

Dua puluh tahun yang lalu.

“Ibu ikhlas kalau memang cincin mahar itu hilang.”, suara ibu terdengar sendu kala mendapati Nani menghilangkan cincin yang puluhan tahun telah menemaninya saat bermain dengan teman-temannya. “Semoga mendapat ganti yang lebih baik”, ucap ibu bijak. Continue reading