Rak Daur Ulang

Enta kesurupan apa, tiba-tiba aja kepengen bikin rak buat wadah kosmetik 🙄 Padahal mah kosmetiknya dikit, tapi belagu mau bikin wadah sok iye hahahaha 😛
Sambil nunggu Tuan balik bawa sekarung berlian, sebagai istri yang baik, tentulah harus kreatif menghabiskan waktu di rumah muahahaha Lama gak nggratil, tangan ini rasanya gatal pengen uwek-uwek bikin apa gitu. Setelah iseng-iseng gugling dan mempertimbangkan alat dan bahan yang tersedia, sepertinya bikin cosmetics organizer ini yang paling gampang *sotoy*
Okeh, alat tempurnya gampang aja kok. Cukup sediakan kardus, gunting, cutter, penggaris, bolpoin atau pensil atau spidol terserahlah, lem, kertas kado (bisa diganti yang lain, terserah mah),ama selotip.

image

Maapkeun penampakan peralatan saya yang yagitudeh :mrgreen:
Nah, saya acuannya pengen bikin kaya gini (maap karena posting via hp,jadi susah edit sourcenya, tapi udah tu kan nyomot dari mana, kan udah di watermark ama blognya hihihi 😛 ) :
image

Setelah main kira-kira, kemudian gunting dan cutter beraksi, kurang lebih polanya kaya gini hasilnya:

image

Maap itu ada bagian yang disambung karena kardusnya kurang lebar hihihi 😛
Mau ditempel duluan yang bagian luar trus baru dibajuin dibungkus, atau dibungkus dulu baru di tempel, itu tergantung perasaan keinginan kalian. Saya buatnya di tempel dulu, karena belum beli kertas kado 👿 Juga supaya tau ntar hasil akhirnya kaya apa. Kurang lebih kaya gambar di bawah ini deh hehehe

image
Bayangan hasil akhir

Mayan lah, hasil nggratil saya malam ini 😉

Abangku

“Hei, jangan loncat kesitu!”, setengah memekik aku meneriaki mereka. Byuuuuur!! Ah, mereka tetap saja meloncat ke kolam dan membuat basah sekitarnya, termasuk abangku. “Yah, abang jadi basah lagi, deh!” ujarku sambil bersungut-sungut. Abangku hanya tersenyum melihat rupaku berubah, sementara aku hanya bisa menggerutu karena aku tidak bisa berpindah tempat agar abangku terkena sinar matahari dan lekas kering badannya.

Ah, abang yang malang. Dia tak pernah mengeluh meski harus meminta tolong orang ketika hendak berpindah tempat. Meski punya kaki, abangku tak bisa jalan kaki kemana saja sekehendak hatinya. Dia harus bersabar sampai ada orang yang berkenan memindahkannya ke tempat yang lebih layak untuknya. Aku bangga bisa menemukannya di tengah semrawutnya kota tua ini.
Berkali-kali aku mengelilingi kota ini, baru seminggu yang lalu aku menemukannya. Rupanya abangku adalah mantan bangku di sebuah warung yang akhirnya terdampar di sudut taman ini. Sedangkan aku? Aku adalah awan yang berusaha selalu ada untuknya meski itu tidak mungkin. Karena bentukku selalu berubah dan aku pergi kemana angin mengajakku bermain hari itu. Abangku adalah bangku terhebat, karena dia selalu bisa menemukanku diantara kawan-kawanku yang tak terhingga, dan selalu menyapaku dengan senyum manisnya.

“Hei, sudah kubilang jangan meloncat kalau masuk ke kolam! Kasihan abangku,” Aku hanya bisa berteriak kesal pada anjing yang sedang mengejar cakram tuannya yang terjatuh di kolam taman.
~ Tulisan ini diikutsertakan dalam Betasmind GiveAway  Episode 7 Juni 2014 ~

Apa kabar?

Hei, kamu yang di hatiku, apa kabarmu?
Apa kabar hatiku dan hatimu?
Disini, hatiku menunggu hatimu
Ditemani lagu-lagu yang menyiratkan rindu
Kapankah kita kan bertemu?

Blogspot Rasa WordPress

Waktu membaca tulisan Mak Shinta Ries tentang plus minus antara WordPress dan Blogspot (link menyusul ya mak) kalau tidak salah, benar juga sih, dilema kalau mau pindahan blog 😆 . Saya juga baru saja merasakannya beberapa waktu ini. Saya terlanjur jatuh cinta dengan WordPress yang tinggal drag and drop dan temanya elegan-elegan *menurut saya*. Meski saya paham tentang kode html dan kawan-kawannya *yaiyalah, makanannya PHP mulu -_- *, tetapi saya malas untuk mengutak-atik kode yang ada, apalagi udah panjaaaaang banget *menurut ente?!?!*. Tapi mahal euy walau sekedar ganti alamat tok kalau di WordPress 😥
Saya sih tidak keberatan dengan tetap ngeblog pakai WordPress, apalagi postingan saya juga udah lumayan 😉 tapi saya merasa eman dengan domain/alamat yang udah dibeliin sama partner saya *nanti saja cerita tentang pindah blognya 😛 *. Akhirnya saya ask to Uncle Google tentang bagaimana cara memindah isi blog dari WordPress ke Blogspot secara GRATIS *tetep!* 😆 . Continue reading

“Sandwich”

Malam minggu enaknya jalan-jalan nih. Berhubung saya orang yang kecanduan internet, maka Blog Walking pun dianggap jalan-jalan aja deh :mrgreen: .

Awalnya saya sedang berselancar mencari cara memasang gantungan kunci untuk mainan flanel saya, eh ada satu link yang merujuk ke blog milik Mbak Fiet. Ubek-ubek arsipnya, tertawan lah saya akan aneka kreasi flanel punya Mbak Fiet ini 😀 . Dan hasilnya adalaaaaah : Continue reading